Beberapa waktu lalu kami sekeluarga berkesempatan mudik ke Indonesia, tepatnya saat libur musim dingin dan pergantian tahun. Tiga pekan untuk mudik ke Indonesia dengan dua kota destinasi memang singkat, apalagi jika dibandingkan libur musim panas yang sampai dua bulan ya. Tapi kami coba optimalkan durasi waktu tersebut. Momen mudik tersebut ternyata menghadirkan insight mengenai proses adaptasi kami terhadap cita rasa makanan. Bagi kami saat ini, rasa masakan Indonesia hanya ada dua versi, yaitu, enak dan enak banget. Jadi saat ke Indonesia dan pilih menu makan, kami tidak terlalu dipusingkan dengan tempat makan mana yang terkenal enak. Karena yang namanya masakan Indonesia, bagi kami semua enak. Concern kami justru di pengaturan porsi dan jadwalnya agar tetap menyehatkan. Beberapa tahun tinggal di bumi Eropa memang membuat saya terbiasa menggunakan rempah seadanya. Ketumbar, sereh, laos, merica versi bubuk. Daun jeruk, daun pandan, daun pisang, tempe dalam kondisi beku ( frozen). Sant...
Hari ini akhirnya kami memutuskan untuk memeriksakan Z ke dokter kembali. Dua pekan lalu kami sudah periksa ke dokter yang terdiagnosa bahwa ada kolik dan infeksi di telinga akibat pilek. Kolik dan infeksi telinga akibat pileknya insyaAllah sudah membaik. Dia berangsung-angsur sudah kembali ceria, demamnya juga ngga muncul lagi, nafsu makannya pun sudah jauh membaik. Tapi, pileknya makin meler. Tadinya hanya muncul tiap pagi saja, karenanya kami curiga penyebabnya adalah cuaca pagi yang relatif dingin. Tapi ini melernya makin menjadi. Hidungnya sering penuh ingus. Sampai-sampai kalau sedang disusui, ia seperti terlihat kesulitan ambil nafas. Berkejaran dengan rasa haus, hihi. Kasus kedua, kondisi kulit. Belakangan ini muncul kulit kering di beberapa tempat. Ada di paha, kaki, dada, lengan juga pergelangan tangan. Di wajah malah muncul banyak. Selain di tempat biasanya, yaitu di dagu, muncul juga di sekeliling mata bagian bawah. Hal inilah yang mendorong kami untuk menyegerakan diri ke ...